Luka…

Usah kau salahkan diri atas semua
saat kau hadir tak pernah kuharap sebelumnya
secercah kebahagiaanpun ikut singgah
namun sekarang semua sirna
kebahagiaan pergi jauh
hilang bersama arus sungai
mungkin pula tersangkut di bebatuan
sekarang hanya ada luka
seulas senyum kuharap mampu samarkan semua
hingga kau tak perlu lagi khawatir
aku kan terus tersenyum untukmu dan dia
walau sembilu tlah kau toreh di ulu hati
namun biarlah
biar aku saja yang merasa luka

Balasan seorang teman :

tuhan tak pernah lelah memberiku kekuatan
untuk sekedar menyeka air mata
dari labirin mimpi kupancangkan keteguhan
luka ini takkan menggumpal dendam
tapi cinta merongrong
menjadikan dendam sebilah pisau
lagi-lagi tuhan berkehendak
ditancapkannya pisau ke jantungku
sekedar memberi isyarat

atau aku yg terlanjur salah menyeka air mata ?

trs chigo sambung lagi…

setelah air mata terseka
dapatkah kau tangkap isyarat duka
di tiap tikaman kelam dendam
biar kuterjemahkan untukmu
yang terbaca bagiku
kita hanya penyambung dendam
yang terus berpindah hati
kemudian makin banyak torehan hitam
tetapi cinta takkan pernah kembali
lukapun kian bertambah
memerah dan berdarah

jadi kangen berbalas puisi lagi denganmu Dave πŸ™‚

Hampa

hampa…
itu yang kurasa pada perayaan kali ini
ntah mengapa
tak ada makna yang dapat kuserap
tak ada nilai yang dapat kupetik
apakah karena…
semua makin tak bersahabat?
hidup yang kian hari kian berat?
ahhh….
rindu itu tetap berkelana
mencari pelabuhan terakhir
dengan segenap usaha dan doa
rindu akan merdeka sesungguhnya

Hanya sebuah puisi lama…

Bongkar2 stock puisi lama, dibaca2 lagi… Ada satu puisi yang masih mampu menohok sang penulis sendiri πŸ˜€ . Padahal cuma sebuah puisi lama *250903*, ga ada judulnya pula πŸ˜€ .Inilah penampakan puisinya…

Segores luka hati merah
Adalah serumpun luka baru
Tumbuh dan berbunga di taman hati
Menyebarkan bau kesedihan
Mengurangi wangi kebahagiaan

Luka yang berdarah
Adalah tanda matamu padaku
Tanda permanen pada diriku
Yang akan selalu menyertaiku
Kemanapun kuayunkan langkah

Mungkin luka akan berhenti berdarah
Dan dapat melupakan marah
Bila kumelihat ke masa lalu kembali
Diiringi dengan keikhlasan hati
Untuk melupakan semua yang salah

Memang ga ada yang istimewa sih, cuma puisi patah hati biasa πŸ˜€ . Tapi setelah dibaca, ada kata2 yang mengena banget. Ya, di puisi itu ada kata2 keikhlasan , itu yang buat saiyah tertegun melamun . Ternyata dulu begitu mudahnya Chigo melupakan saat2 sakit putus cinta dan merajut yang baru, kenapa sekarang susah banget yah… Susah banget lepas dari bayang2 cinta lalu. Padahal sudah ada rencana matang ttg keseriusan yang menunggu hanya beberapa bulan dari sekarang, rencana masa depan. Tapi kenapa hati masih galau, malah terkadang ada cerita2 dan kenangan yang bikin langkah Chigo goyah untuk melangkah lebih jauh. Benarkah ini yang menjadi jalan hidup, benarkah ini yang Chigo mau, dan beribu kata tanya meragu memenuhi setiap berat hembusan nafas. Ternyata setelah diinget2, *pernah juga berkonsultasi dengan orang terdekat mama *, baru Chigo sadar ada yang kurang dalam hidup Chigo selama ini. Chigo terlalu egois sehingga melupakan satu hal yang sangat penting, ya, memang benar, Keikhlasan… Memang benar, saiyah terluka, begitupun dia, tapi semoga dengan keikhlasan hati menjalaninya, maka akan didapatkan barokah… Semoga dia juga mendapatkan jodoh yang terbaik, seperti Chigo sekarang πŸ™‚

Semoga tercerahkan hati dan bisa tetap melangkah maju… *atau ini syndrom menjelang pernikahan yah*

Ntahlah….

Mendadak melow gara2 ada temen yg cerita kl lagi ada problem cinta, fiuhhh… Emang begitulah cinta itu yah, ga akan ada habisnya kl dibahas πŸ˜€ . Terkadang bisa bikin ketawa kek orang gila tp terkadang bisa bikin orang jadi gila beneran *ky ryan πŸ˜€ *. Intinya, gara2 si temen curhat ke saiyah, jadilah teringat kisah lalu yg masih meninggalkan bekas dihati *huahuahua, bahasakuh*. Pas udah selesai tuh curhatnya dan kasih2 solusi dikit *ga bisa banyak2,tar yg laen ga kebagian hehehe* dan lagian saiyah emang dasarnya hobby coret2, jadi deh yg dibawah ini :malu:

pada saatnya nanti
tawaku akan bercampur dengan tangis
saat2 indah bersamamu
hanya akan menjadi kenangan
kapan kenangan itu terlupakan?
Ntahlah
aku tak tau
yang kutau hanyalah
Aku mencintaimu dan hatiku termiliki olehmu selamanya…
Ah, ntahlah…

Enaknya dikasih judul apa yah :D

*masih dalam rangka kangen nih :malu: * ,jadi masih rada2 melow gitu *tersipu*. Ga sengaja coret2 jadi deh ini πŸ˜€ , tp lom ada judulnya, ada saranΒ  πŸ˜€

Hilang semua gundah dan bimbang
Senyumkupun kian mengembang
Hati berdebar dalam menanti…
Waktu perjumpaan kita kembali

Apa kabarmu duhai cinta?
Masihkah senyum itu sama?
Masihkah hatimu milikku?
Setelah kita terpisah jarak dan waktu

Semua tanya itu kini sirna
Hanya dengan satu kata… Cinta…
Dan satu tekad… Percaya….

huhuhu, selesai dah, PD ya saiyah πŸ˜†

Yang Tertinggal

Image Hosted by ImageShack.us
Adakah yang tertinggal
dari semua percakapan usang kita saat itu
dari semua renyah tawa bahagia
dari rona merah ketika dipuji
dari kata sayang pengantar tidur

Adakah yang tertinggal
dari semua amarah yang tercipta
saat deras air mata yang berderai
saat serapah mengalahkan cinta
saat emosi mengalahkan hati

Apakah tertinggal kisahku disana
bagian dari kisah kita yang bisa membuatmu tersenyum pun menangis
atau hanya seperti jejak langkah di garis pantai
segera hilang tak berbekas ketika ada ombak lain menyapamu

Adakah?
Apakah?

Kau Dan Ceritaku

Kemarin
Aku hanya bisa memandangmu dari jauh
Hanya bisa jadi dinding tempatmu bercerita
Meskipun usai bercerita kau tetap saja sedih
Pertanda aku tak mampu bahagiakanmu
Tahukah kau
Air mata itu adalah air mataku

Hari ini
Ramai orang berdatangan
Wajah wajah riang menghiasi tiap sudut rumah
Janur Kuning pun melengkung indah
Aku hanya bisa tersenyum

Sekarang
“Abang sudah datang” bisik mama
Jantungku berdegup kencang
Airmata perlahan turun
Isakpun menjadi syarat mutlak
dari sesuguhan drama klasik ini

Seharusnya aku bahagia
Tersenyum sumringah
Tapi kenapa tak bisa
Hanya ada jiwa palsu didalam tiap sakral
Membuat gersang makna bertambah tambah

Aku tersadar dalam diam, ternyata pengantinku bukan kau
si pemilik cerita…..
selamat tinggal cinta

Tuan Rumah Suatu Cerita

Pasti ada rumah yang masih kosong
terisi oleh seorang tuan yang menunggu
dan ketikaku datang
terbuka pintu dan tlah tersaji segelas teh hangat
di ruang yang kelabu

Rumah siapa itu
yang meningkahi gelisah
merajut aturan permainan ini
hingga membuatku tak lagi kenal
padahal aku adalah pemiliknya

Perjumpaan dengan tuan lain
tertampung dalam rumah penuh kenangan
mengisi setiap ruang ruang hampa
lelah merasuk sukma,merusak segala indah
ingin letakkan kepala pada sandaran kursi
Aku hanya ingin itu…