Kangen Sekolahan ^.^

Jabat Tanganku, Mungkin Untuk Yang Terakhir Kali
Kita Berbincang Tentang Memori Di Masa Itu
Peluk Tubuhku Usapkan Juga Air Mataku
Kita Terharu Seakan Tidak Bertemu Lagi

Bersenang-senanglah
Karena Hari Ini Yang ‘kan Kita Rindukan
Di Hari Nanti Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan
Bersenang-senanglah
Kar’na Waktu Ini Yang ‘kan Kita Banggakan Di Hari Tua

Sampai Jumpa Kawanku
Semoga Kita Selalu
Menjadi Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan
Sampai Jumpa Kawanku
Semoga Kita Selalu
Menjadi Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan

Sepenggal lirik lagu milik Sheila on 7 ini bikin chigo kangen banget ma temen2 chigo yang udah lama ga ketemu. Temen2 gila waktu masih muda *tsahhhhhhhh* , temen2 SMU dulu. huffffff *menarik nafas panjang*. Rasanya kangen banget ma masa2 itu. Inget banget dulu sekelas pernah kena hukum, dijemur di lapangan upacara gara2 bolos bareng πŸ˜€ . Gimana kompaknya satu sekolahan waktu ada pertandingan olahraga antar SMU, semua pada nonton bareng rame2, siapin air minum buat yang tanding. Tapi anehnya kalo ada tanding lawan STM malah guru2 bilang “nanti sore ga usah nonton yah πŸ˜† “, hihihi, takut tawuran. Soalnya kan anak STM rata2 cowok, jadi suka emosian gitu. Kalo mereka kalah, bisa langsung cari gara2 dan ngajak berantem. Kayak setelah pertandingan Marching, mereka kalah, malah nyerang sekolah kami, nginjek2 alat sampe pada rusak 😦 . Untung bisa distop ma para guru, ga tau deh gimana jadinya kl ga. Duh malah makin kangen, kangen temen2 sekelas, temen2 ekskul, guru2, terutama kangen ma kantin πŸ˜† . Kok ujung2nya jadi ke kantin siy πŸ˜€ . Kayaknya perlu hubungi orang2 sok penting dulu nih biar ada reunian πŸ˜‰ so rasa kangennya terobati πŸ˜‰ .

Ada beberapa sudut ruang yang sempat tersimpan

Image Hosted by ImageShack.us
welcome πŸ˜‰

Image Hosted by ImageShack.us
lapangan basket, warna warni ky di TK πŸ˜€

Image Hosted by ImageShack.us
lab biologi, tempat ngadem πŸ˜† , tp sayang kursi panjangnya ga kliatan:D

Image Hosted by ImageShack.us
lapangan tenis “tempat penyiksaan” diwaktu penggladian πŸ˜€

Image Hosted by ImageShack.us
Pak Yayat, guru Kimia yang baik hati dan tidak sombong, cuma agak galak dikit πŸ˜€

liat foto2 itu jadi makin kangen sama sekolahan ^.^

Belajar motret

Yah, karena judulnya belajar, jadi harap maklum kalo hasilnya tidak memuaskan yah πŸ˜€ . Sementara lokasi belajar motretnya ga jauh2, halaman depan rumah aja. Ini sbenernya foto2 lama, belajar motretnya udah dari jaman kapan tapi kok ga pinter2 yah πŸ˜†

Image Hosted by ImageShack.us
bunga2 di pojok taman depan

Image Hosted by ImageShack.us
hasil makronya πŸ˜‰

Image Hosted by ImageShack.us

bunga apa nih kok nempel di dinding πŸ˜€

Image Hosted by ImageShack.us

ada yang lewat nih, jangan gigit yah πŸ˜€

sementara itu dulu deh yah hasil belajarnya, hehehe. Besok kalo ada waktu, chigo belajar lagi πŸ˜€

Senja Kita

Image Hosted by ImageShack.us

Duduk dipantai sore itu, habis semua cerita tertumpah darimu, amarah , gundah, resah. Tumpahkan saja semuanya, aku akan mendengarkan dan mencoba mengganti rasa itu menjadi suka dengan canda yang diselingi gelak tawa, sebisaku, semampuku…
Akhirnya senja datang juga, senja inilah yang kita nantikan bukan? saat jingga perlahan mewarnai langit, merubah biru dan putihnya serupa jingga kemudian hitam menjelang. Aku tertegun melihat indah ciptaanNya, begitu juga kau, kita diam dalam keheningan senja ini. Terdengar langkah kaki kuda yang menarik andong di depan kita, perlahan menyusuri bibir pantai dengan sepasang penumpang di belakangnya. Kita tetap terdiam tanpa kata, menikmati indahnya senja. Debur ombak, semilir angin, langkah kuda dan teriakan teriakan penikmat pantai lainnya seolah menjadi alunan musik indah yang bisa sedikit menentramkan resah jiwa kita. Lepaskan saja semua resah, lepaskan semua ke dalam senja kita. Perlahan senyum menghiasi wajah cantikmu, alangkah manisnya melihatmu tersenyum lagi, karena memang aku berharap jangan lagi ada airmata disana. Akupun bangkit dari duduk, mengulurkan tangan sembari memberi senyum manis padamu.

” Udah lebih tenang kan ? ” tanyaku

” Iyah ” jawabnya dengan senyum lebar dan menyambut tanganku

” Yuk, biar lebih tenang. Dan kamu ga nangis lagi ” kataku

Perlahan kami jalan beriringan menuju Mushola kecil di tepi pantai, kalau melihat ciptaanNya bisa menghilangkan resah jiwa, meredam marah, tentulah bertemu denganNya bisa semakin membuat bahagia. Percaya kawan, di setiap masalah pasti ada hikmah, ada rencana yang lebih indah yang sudah disiapkan buat kita.

untuk seorang sahabat, jangan menangis lagi πŸ™‚
ingatlah pada “senja kita”
meskipun aku tak lagi bisa menemanimu, pasti bisa kau rasakan indahnya

Yang Tertinggal

Image Hosted by ImageShack.us
Adakah yang tertinggal
dari semua percakapan usang kita saat itu
dari semua renyah tawa bahagia
dari rona merah ketika dipuji
dari kata sayang pengantar tidur

Adakah yang tertinggal
dari semua amarah yang tercipta
saat deras air mata yang berderai
saat serapah mengalahkan cinta
saat emosi mengalahkan hati

Apakah tertinggal kisahku disana
bagian dari kisah kita yang bisa membuatmu tersenyum pun menangis
atau hanya seperti jejak langkah di garis pantai
segera hilang tak berbekas ketika ada ombak lain menyapamu

Adakah?
Apakah?

Ananta

Β Β Β  Β Β Β  Tersentak aku ketika dia menyebutkan siapa namanya. Ananta, ya Ananta, seseorang yang pernah membuat hatiku begitu ceria dan penuh tawa, namun dibuatnya membeku dengan pengkhianatan. Ananta, seseorang yang mempunyai andil cukup besar atas mundurnya prestasiku di sekolah maupun kompetisi renang saat itu. Bahkan sejak itu, aku tak pernah lagi mengikuti jadwal klub renang hingga hampir 3 bulan. Namun kerinduanku pada belaian lembut air di seluruh tubuhku dan deru nafas yang memburu sehabis berenang, dukungan dan cinta dari orang orang terdekatku, mampu mengalahkan semua rasa sakit yang kau tinggalkan . Perlahan aku bisa melupakanmu, tapi ternyata aku keliru. Baru saja aku bertemu seorang yang namanya sama denganmu *hanya nama, karena jelas senyummu lebih indah* , sudah membuatku tersentak dan kilasan waktu tentangmu kembali memenuhi setiap centi otakku. Ah Ananta, mengapa sakit yang kau torehkan masih membekas di hati ini . Ternyata aku baru sadar, masih ada cinta disini untukmu, Ananta, meski sudah bernanah dan menebarkan aroma darah…

Hujan dan Fu Yung Hai

Sebenernya ada hubungannya ga sih antara hujan dan fu yung hai? Jawabnya : ada πŸ˜€

Sore kemaren kan hujan deres banget mengguyur jogja bagian jalan Affandi dan sekitarnya, kebetulan lagi sendirian di rumah, leyeh2 dikamar sambil nonton Daughter In Law di KBS. Menjelang maghrib, ujan makin deres aja. Lirik ke jendela, ihhhhh anginnya juga kenceng ternyata. Itu dahan pohon sampe kaya kesurupan gitu . Trus ngeliat fenomena yang paling menakutkan buat chigo. KILAT!!!! Berarti bentar lagi ada PETIR!!! 😦 . Ternyata bener, ga lama petir mulai bergantian memperdengarkan suaranya yang jelas membuat jantung ini berdegub kencang *tsahhh gaya bahasanya πŸ˜€ *. Tapi asli gede bener dah petirnya, sampe berasa gempa. Karena takut kenapa2, langsung aja matiin tv. Kalo kesamber petir kan gawat, sendirian dirumah ujan badai gini, panjang pula urusannya nanti 😦 . Langsung telp ayuk yang lagi diluar klebengan, ternyata dia juga terjebak hujan dan belom bisa pulang karena masih ada urusan . Hikss, ya sudahlah tegarkan dan kuatkan badan πŸ˜€ . Ga lama adzanpun berkumandang, mencoba sholat untuk menenangkan. Selesai sholat kok masih deres aja ujannya, petir juga masih gede2, perut laper, tp mau turun kedapur ga berani *emang aslinya penakut:D * , ya udah jadi nungguin ayuk aja sambil sms-an πŸ˜€ . Jam 1/2 9 ayuk pulang, ujan udah ga begitu deres jadi berani turun bukain pintu, langsung pasang muka memelas sambil megangin perut πŸ˜€ . Ayuk pun sigap membaca kondisi dan langsung ngajak ke dapur *ayuk baik deh πŸ˜€ *. Berhubung udah malem, jadi udah rada males makan nasi. Setelah intip2 isi kulkas, diputuskan untuk membuat fu yung hai aja πŸ˜€ . Kan enak tuh dingin2 makan yg anget2, hehehe. yang mau ngikutin jejak chigo, nih chigo kasih contekan resepnya Fu Yung Hai ala ichigo πŸ˜€

Bahan Dadar:

200 gr udang kupas ( bisa diganti daging ayam atau daging sapi )
1 siung bawang putih, iris halus
2 btg daung bawang, iris
1 buah wortel, iris korek api
3 btr telur, kocok lepas
½ sdt lada bubuk dan garam
5 sdm minyak goreng
Mentega untuk menumis

Saus:

1 siung bawang putih, memarkan
50 cc air
1 sdt tepung maizena
50 gr kacang polong ( td ga pk, soalnya lg ga ada stock )
1 sdt garam
1 sdt gula
Β½ sdt merica
1 cgkr saus asam manis botolan
1 sdm mentega
Cuka secukupnya

Cara membuat:

* Dadar Telur: Tumis bawang putih dengan mentega, masukkan udang dan semua bahan untuk dadar kecuali minyak goreng dan telur.
* Setelah tumisan dingin masukkan telur, panaskan minyak goreng dan goreng adonan jadi 2 bagian, sisihkan.
* Saus: Tumis bawang putih, masukkan air, saus asam manis, aduk rata.
* Setelah mendidih masukkan maizena yang sudah dicairkan, aduk dan didihkan.
* Masukkan semua sisa bahan, masak sampai mengental.
* Sajikan fu yung hai dengan siraman saus asam manis.

jadilah 2 porsi Fu Yung Hai, dan penampakannya seperti ini :

Ga sampe 15 menit udah abis * kecuali piringnya* , ada yang mau, hehehehe

Jadi ada hubungannya kan antara hujan dan Fu Yung Hai *maksa mode ON*

Musibah Kecil Di Hari Sabtu

Hari sabtu 16 Februari 2008 jam 10 pagi WIB berdarah , hahaha, kaya apa aja πŸ˜€ . Tapi beneran abis kena musibah kecil nih. Jadi begini ceritanya πŸ˜€ . Tadi pagi tuh cuaca Jogja adeeem banget, ga seperti hari2 biasanya. Ac ga dinyalain aja serasa dah 16 derajat Celcius suhunya. Jadi untuk sedikit menghangatkan badan kakinya diayun2kan padahal emang kakinya lasak . Trus ga lama ada suara *cresss*, tapi bingung suara apa yah. ga lama kok berasa perih di jempol kaki kiri, melirik dikit ke bawah meja. Kok ada merah merah di sendal bulu biru kesayangan *hiks*, makin kaget deh ternyata sumber merah itu dari si jempol. Kaget juga ga sampe panik , kok bisa luka tuh jempol, lumayan dalem pula 😦 . Usut punya usut, ternyata kakiku yang imut nabrak CPU PC yang blom tertutup, soalnya kemaren sore itu habis dibuka buat nambah ram, dan sama tekhnisinya blom ditutup kembali.

Jadilah sekarang jempol kakiku mbenyut2 😦 dan sendal bulu biruku ternoda 😦 . Termasuk musibah kecil kan itu yah πŸ˜€

Kau Dan Ceritaku

Kemarin
Aku hanya bisa memandangmu dari jauh
Hanya bisa jadi dinding tempatmu bercerita
Meskipun usai bercerita kau tetap saja sedih
Pertanda aku tak mampu bahagiakanmu
Tahukah kau
Air mata itu adalah air mataku

Hari ini
Ramai orang berdatangan
Wajah wajah riang menghiasi tiap sudut rumah
Janur Kuning pun melengkung indah
Aku hanya bisa tersenyum

Sekarang
“Abang sudah datang” bisik mama
Jantungku berdegup kencang
Airmata perlahan turun
Isakpun menjadi syarat mutlak
dari sesuguhan drama klasik ini

Seharusnya aku bahagia
Tersenyum sumringah
Tapi kenapa tak bisa
Hanya ada jiwa palsu didalam tiap sakral
Membuat gersang makna bertambah tambah

Aku tersadar dalam diam, ternyata pengantinku bukan kau
si pemilik cerita…..
selamat tinggal cinta

« Older entries